
Dalam rangka peringatan 10 asyuro Pac IPNU IPPNU Kecamatan Bojong membagikan bubur asyuro sebagai salah satu ikhtiar dalam mengamalkan Amaliah tradisi Nahdlatul ulama yang di laksanakan di depan kantor Polsek Bojong
“ya benar kita lakukan pembagian bubur pada masyarakat Bojong khususnya pengguna jalan, sebelumnya kita koordinasi juga dengan pihak kepolisian agar ikut serta membantu dalam mengamankan acara agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, dan tidak lupa kami juga menerapkan protokol kesehatan pada seluruh kader yang terlibat tentunya karena kan dimasa pandemi ini rawan sesekali penularan virus covid 19 ” ujar Hasyim saat ditemui tim pers

Di pulau Jawa Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Fir’aun yang terjadi pada hari ‘asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari ‘asyura’ seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari ‘asyura’ seperti puasanya para Nabi. Intinya hari ‘syura’ adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Penulis : Fahri Luthfi
Editing : Deni Chandra